LEAN PADA INDUSTRI PROSES

LEAN PADA INDUSTRI PROSES

 

Manfaat Lean di Industry Process

Manfaat praktik lean manufacturing yang paling umum dikutip adalah peningkatan kualitas, peningkatan produktivitas, pengurangan waktu pengiriman, waktu pengiriman yang lebih baik, dan pengurangan biaya (White dan Prybutok 2001; Shah dan Ward 2007; Fullerton dan Wempe 2009). Beberapa manfaat penting dari penerapan praktik lean di industri proses adalah pengurangan waktu henti alat berat, peningkatan kualitas, dan lingkungan kerja. Tetapi, metode dan tata letak produksi tradisional memiliki beberapa hambatan untuk kelancaran, yang membutuhkan investasi besar dan ruang untuk setiap perubahan tata letak.

 

Perbedaan Lean di Manufaktur dan Industry Process

Menurut Floyd (2010) ada tiga perbedaan penting antara industri proses dengan industri manufaktur.

  1. Perbedaan cara pengolahan bahan mentah (raw material).

Pada industri manufaktur, bahan baku yang “terkonfigurasi ulang” atau kata lain bahan mentah diproses namun matrial tersebut sama atau tidak berubah materialnya. Contoh: ketika mesin pemotong rumput dirakit, bahan baku dikonfigurasi ulang untuk menjadi produk jadi, tetapi bahan selalu tetap bahan yang sama di seluruh kegiatan manufaktur.

Pada industri proses, bahan mentah mengalami “transformasi” yang melekat selama proses ketika menjadi bahan yang dapat diidentifikasi secara berbeda sebagai produk jadi. Contoh pada industri makanan dimana pada proses memanggang bahan baku yang berupa adonan kue yang cair bertransformasi menjadi kue yang padat.

 

  1. Proses transformasi yang tidak langsung.

Dalam industri manufaktur, perubahan yang terjadi pada bahan mentah menjadi produk jadi secara seragam dicapai secara langsung dengan menyentuh bahan baku baik secara pribadi dengan operator, seperti dalam proses perakitan, maupun secara mekanis atau menggunakan mesin, dengan menggunakan beberapa jenis perangkat seperti pemotongan serta alat atau mesin pembungkus.

Dalam industri proses, bahan baku biasanya hanya disentuh ketika mengisikannya untuk diproses atau ketika menciptakan kondisi di mana transformasi kimia akan terjadi. Dalam banyak industri proses, seperti penyulingan minyak bumi, bahan produksi sangat terkendali sehingga dalam operasi normal, operator tidak pernah melihat bahan mentah, pekerjaan yang sedang berjalan, atau bahkan produk jadi. Dalam industri proses, material benar-benar berubah sendiri setelah kondisi yang tepat sesuai dengan reaksi telah ditetapkan.

 

  1. Waktu merupakan variabel independen dari proses.

Perbedaan yang terakhir adalah bahwa dua elemen waktu, sering digambarkan sebagai “residence time” dan “presistence,” adalah elemen yang diperlukan dan independen dari proses manufaktur. Dalam industri manufaktur, perubahan yang disebabkan oleh pengerjaan material umumnya bersifat seketika dan permanen. Misalnya, ketika bor menyentuh blok mesin, “rekonfigurasi” mesin itu segera dimulai. Lebih lanjut, setiap perubahan fisik yang terjadi dalam industri manufaktur adalah permanen. Akibatnya, sangat mudah untuk memulai dan menghentikan sebagian besar proses kapan saja atau untuk memvariasikan kecepatan proses dengan sedikit atau tanpa konsekuensi.

 

Tantangan untuk Lean di Industry Process

Dimensi fleksibilitas proses juga memungkinkan kita untuk menentukan sejauh mana teknik lean seperti produksi lot kecil, kanbans, dan just-in-time dapat diadaptasi secara layak. Secara umum, semakin tinggi jumlah fleksibilitas, semakin besar kemungkinan proses tersebut dapat mengambil karakteristik pekerjaan-toko atau produksi batch. Dalam kasus-kasus seperti itu alat-alat seperti perataan produksi, Kanbans, SMED, dan standardisasi kerja menjadi sangat penting dan perlu upaya pengeluaran untuk mengembangkan ini untuk mendukung produksi aliran berkelanjutan. Di sisi lain, ketika proses adalah flow shop yang tidak fleksibel, menjadi lebih penting untuk berkonsentrasi pada alat-alat seperti TPM dalam mendukung tingkat keandalan sistem yang tinggi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.